Saatitu untuk oli gardan umumnya memakai SAE 90 atau SAE 140 dengan API GL 5. Berlainan kembali untuk kendaraan yang memakai transaxle atau pendorong depan (FF). Secara umum memakai oli transmisi dan oli gardan yang sama dengan detail oli mesin (honda, ispan,dan lain-lain). Yang pasti berlainan ialah kendaraan yang memakai transmisi automatis. Jawabannyabisa-bisa aja Bro. Dan kalo ngomongin secara performa, pasti akselerasi dan konsumsi BBMnya bisa jadi lebih irit, karena beban pompa oli menjadi lebih ringan. Tapi, jumlah oli akan lebih cepat susut alias berkurang, lantaran oli yang encer akan lebih mudah menyusup masuk ke dalam ruang bakar. ï»żBeliProduk Perbedaan Oli Sae 90 Dan Sae 140 Berkualitas Dengan Harga Murah dari Berbagai Pelapak di Indonesia. Tersedia Gratis Ongkir Pengiriman Sampai di Hari yang Sama. Perbedaanspesifikasi oli Selain kebutuhan jumlah oli, ada juga perbedaan spesifikasi oli transmisi dan oli gardan. Pelumas transmisi umumnya menggunakan oli dengan kekentalan SAE 40 atau 90, sementara itu oli gardan menggunakan SAE 90 sampai dengan 140, jika menggunakan standar API maka menggunakan API GL 5. Harga Pertamina Rored EPA Sae 90 Oli Gardan, Gear Oil 4 Liter (Dijamin Asli)Rp178.000: Harga: GGI Oli Gardan, Gear Oil Sae 90 API GL 4 1 Liter (Dijamin Asli)Rp25.000: Harga: Oli Gear/Oli Transmisi/Gardan Ichiban SAE 90 / SAE 140 API GL-5 1LiterRp29.600: Harga: Oli Gear Gardan Deltalube Gear Oil 790 Sae 90 API Service GL-5 1 LiterRp113.100 Sementaraitu, oli gardan pada umumnya menggunakan jenis SAE 90 sampai 140 dengan API GL 5. Pada transmisi otomatis, mobil menggunakan oli ATF atau automatic transmission fluid. Jenis oli ini khusus dirancang untuk sistem transmisi otomatis dan tidak bisa diganti dengan jenis oli lain, apalagi oli gardan. Karenapada mobil penggerak belakang atau FR, umumnya akan menggunakan oli transmisi ber-SAE 90 atau 140 dengan API GL 5. Ini berbeda lagi jika anda menggunakan kendaraan penggerak depan atau FF. Namun secara umum, penggunaan oli transmisi serta oli gardan ini biasanya setara spesifikasi dari oli mesin. 4szMSID. Kamu mungkin kebingungan saat menentukan menggunakan oli mesin yang cocok dengan kendaraanmu. Apalagi ada kode-kode di kemasan oli, di antaranya adalah API, JASO, dan yang paling umum adalah SAE oli. Cek lokasi dan fasilitas bengkel terdekat di Aplikasi Otoklix Android atau Aplikasi Otoklix Ios dan lakukan booking secara online untuk mempermudah OtoFriends saat melakukan service kode ini dibedakan menurut standarisasi dari perusahaan atau asosiasi yang berbeda. Selain itu, apa lagi ya perbedaan ketiga kode oli tersebut? Yuk, kita pahami arti dari kode-kode Isi 1Kode Oli SAE1. SAE 10W-302. SAE 15W-403. SAE 20W-504. SAE 10W-40Kode Oli APIKode Oli JASOTips Memilih Oli Mobil yang Tepat1. Ketahui Kekentalan Oli2. Ketahui Kebutuhan Kendaraan3. Ketahui Bahan Pembuatan OliPertanyaan seputar SAE OliOli-oli yang beredar di pasaran sebaiknya telah memiliki kode SAE dan API. SAE adalah singkat dari Society of Automotive Engineer yang menunjukkan kekentalan oli. SAE adalah asosiasi yang berfungsi menstandarisasi berbagai bidang rancang desain teknik dan manufaktur. Bisa dikatakan bahwa SAE ini adalah standar internasional untuk kekentalan hanya menunjukkan kekentalan oli, SAE juga menunjukkan kemampuan oli menjaga kekentalan agar tetap stabil meskipun terkena pengaruh suhu mesin dan lingkungan. Jadi, produsen oli harus membuat formulasi oli yang bisa menyesuaikan dengan kondisi musim dingin dan panas. Berikut contohnyaContoh kode SAE oli yang tertulis pada oli misalnya SAE 10W-30, 20W-50, dan 20W-40. Ini adalah contoh oli multigrade. Huruf W pada kode SAE itu merujuk kepada Winter. Jadi, angka di depan huruf W adalah tingkatan kekentalan oli pada suhu dingin. Sedangkan angka di belakang huruf W menunjukkan kekentalan oli saat mesin bekerja atau saat kondisinya kecil angka di depan huruf W, artinya oli tersebut semakin encer. Pengujian keenceran oli ini dilakukan pada suhu -30 atau 035 derajat celcius. Misalnya ada kode SAE 5W-35. Oli ini akan lebih mampu mengalir ketika cuaca dingin daripada 10W-30. Oli yang encer akan membuat oli cepat mengalir saat dinyalakan pada suhu dingin. Jadi tidak perlu waktu lama untuk oli melumasi mesin mobil secara keseluruhan. Tetapi, bukan berarti oli encer ini cocok untuk semua mobil, dari itu oli encer, biasanya dengan kode SAE oli 5W-35, umum digunakan oleh mobil yang berada di daerah dingin seperti negara-negara Eropa. Indonesia biasanya menggunakan SAE oli 10W-30 atau 15W-50. Selain digunakan untuk kendaraan di daerah dingin, oli ini juga cocok digunakan untuk mobil-mobil modern atau yang usianya masih muda. Hal ini disebabkan oleh celah mesin pada mobil baru lebih sempit daripada mobil lama, sehingga membutuhkan oli yang keluaran lama sebaiknya tidak menggunakan oli encer seperti SAE 5W-40 atau SAE 0W-20. Oli encer ini akan menyebabkan penguapan oli semakin besar pada mobil-mobil lama. Hal ini membuat volume oli cepat habis. Selain itu, oli encer tidak optimal masuk ke celah-celah mobil lama yang lebih kamu yang sudah terlanjur menggunakan oli encer untuk mobil lama kamu, bisa diakali dengan menambahkan oli dengan jenis yang sesuai. Jangan lupa, lakukan penambahan saat kondisi mesin mobil dingin, ini adalah contoh-contoh cara membaca kode SAE SAE 10W-30SAE 10W-30 ini artinya oli bisa menyesuaikan kekentalan dengan temperatur tinggi maupun rendah. Saat temperatur berada di -30Âș C, oli masih mampu mengalir dengan baik. Meskipun pada suhu tinggi tingkat kekentalannya hanya sekitar 9,3 cSt sampai dengan 12,5 SAE 15W-40Oli ini bersifat SAE 15W pada suhu dingin, sedangkan menjadi SAE 40 saat suhu tinggi. Oli ini masih mampu mengalir dengan baik pada suhu -25Âș C dan 100Âș C. Pada suhu ini tingkat kekentalan oli bertahan di 12,5 cSt-16,3 SAE 20W-50Oli ini mampu mengubah kekentalan sesuai temperatur. Pada suhu dingin, oli menunjukkan 20W sedangkan pada suhu panas, kekentalannya akan menjadi SAE 50. Oli masih dapat mengalir dan tidak membeku meskipun pada temperatur -20Âș C sekalipun. Pada suhu mencapai 100Âș C oli juga masih bisa mempertahankan SAE 10W-40Kode SAE di atas mengartikan jika oli memiliki kekentalan 10 pada suhu terdingin. Lalu, angka 40 menunjukkan jika oli memiliki kekentalan di angka 40 saat suhu mencapai 100 derajat celcius atau saat suhu paling panas. Setelah mengetahui tentang SAE oli multigrade, mari kita bahas tentang SAE oli single grade mempunyai nilai kekentalan yang tidak berubah meskipun ada perubahan suhu oli. Kode pada kemasan oli akan tertulis SAE 5, SAE 10, SAE 30. Oli ini masih cocok dipakai di daerah dengan suhu yang stabil. Menentukan SAE oli ini harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin mobil kamu. Kamu bisa mengeceknya di buku manual atau bertanya kepada mekanik di bengkel sebelum melakukan ganti oli. Menggunakan oli yang sesuai akan membuat mesin kendaraan kamu menjadi lebih awet. Kode Oli APISelain SAE, oli yang beredar di pasaran biasanya sudah terstandarisasi API. API adalah singkatan dari American Petroleum Institute yang menentukan kualitas oli. Kode akan ditulis dengan 2 huruf tambahan di belakang kode API, misalnya API CH atau API SN. Huruf pertama pada kode ini menunjukkan jenis kendaraannya, bensin atau gasoline menggunakan kode S, sedangkan huruf C untuk mesin diesel. Kemudian huruf kedua ini adalah kualitas terbaru dari oli. Misalnya oli dengan kode API SN lebih baru dan memiliki kualitas lebih baik daripada API SG, SJ, maupun SM. Jadi, apabila huruf kedua semakin mendekati huruf Z, berarti semakin bagus kualitas memilih oli berdasarkan kode API adalah menggunakan oli dengan kode API mendekati huruf Z untuk mobil keluaran terbaru. Sedangkan mobil keluaran lama sebaiknya tidak menggunakan oli keluaran terbaru karena mesin mobil telah dirancang menggunakan oli dengan tingkat kekentalan melihat SAE oli, kita juga perlu memperhatikan kode API ya. Menggunakan oli yang sesuai dengan yang ditetapkan pabrik akan membuat mesin memiliki usia yang lebih Oli JASOKode oli terakhir adalah JASO. JASO adalah singkatan dari Japanese Automotive Standard Association. Ini adalah lembaga Jepang untuk standarisasi kualitas oli. Berbeda dengan kode SAE dan API, oli dengan kode JASO cocok digunakan motor, bukan untuk JASO juga diikuti dengan 2 huruf, yaitu MA dan MB. Arti kode MA adalah oli yang cocok digunakan oleh motor dengan kopling basah, seperti motor bebek atau motor sport. Fungsi oli ini adalah membuat gesekan kopling tidak kode MB digunakan untuk oli motor matic atau skutik yang memiliki kopling kering. Oli ini memiliki daya gesekan lebih rendah daripada JASO Memilih Oli Mobil yang TepatSetelah memahami kode SAE oli, API, dan juga JASO, OtoFriends juga harus tahu tips-tips dalam memilih oli mobil yang tetap dan oli mobil tidak bisa dipilih secara sembarangan. Harus menyesuaikan dengan tempat tinggal, tipe mobil, dan komponen lainnya. Berikut ini tipsnya untuk Ketahui Kekentalan OliHal pertama yang harus dipertimbangkan saat akan memilih oli mobil adalah kekentalannya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kekentalan oli sangat menentukan performa ada mobil yang memiliki celah besar dan juga celah kecil. Jika mobil OtoFriends merupakan mobil keluaran lama dengan celah besar, sebaiknya memilih oli yang lebih kental. Jadi, pastikan OtoFriends tidak hanya ikut-ikutan saja, ya. 2. Ketahui Kebutuhan KendaraanTips berikutnya adalah dengan memahami kebutuhan mobil. OtoFriends bisa mengetahuinya dengan membaca buku manual mobil. Pada buku manual mobil, akan dijelaskan jenis oli mobil yang cocok untuk dan bisa meningkatkan performa. 3. Ketahui Bahan Pembuatan OliTips terakhir yakni mengetahui bahan pembuatan oli. Sebagai informasi, bahan pembuatan oli sendiri ada yang mineral dan dengan bahan mineral berasal dari ekstraksi minyak bumi, sedangkan oli sintetis dibuat dari bahan-bahan kimia yang bersifat oli ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan saja, setelah mengetahui kode API, JASO, dan SAE oli, kita jadi lebih bisa menentukan oli yang cocok untuk kendaraan bisa melakukan ganti oli di pilihan bengkel terdekat yang tersedia di aplikasi Otoklix. Tersedia beragam pilihan merek oli dengan harga terjangkau dan kualitas dijamin orisinal, lho!Pertanyaan seputar SAE OliOli ini bersifat SAE 15W pada suhu dingin, sedangkan menjadi SAE 40 saat suhu tinggi. Oli ini masih mampu mengalir dengan baik pada suhu -25Âș C dan 100Âș C. Pada suhu ini tingkat kekentalan oli bertahan di 12,5 cSt-16,3 encer ditandai dengan angka yang semakin kecil di depan huruf W. Contohnya yakni SAE oli 5W-35. Oli encer seperti ini biasanya digunakan untuk mobil-mobil adalah singkatan dari Japanese Automotive Standard Association. Ini adalah lembaga Jepang untuk standarisasi kualitas oli. Berbeda dengan kode SAE dan API, oli dengan kode JASO cocok digunakan motor, bukan untuk mobil. ï»żSTP Ilustrasi. Oli Gardan Mobil SAE 140 - Karena mobil penggerak roda belakang, Toyota Avanza memiliki gardan di as roda belakang sebagai penyaluran tenaga dari mesin ke roda penggerak. Untuk itu jangan sampai disepelekan melakukan penggantian oli gardan Toyota Avanza secara rutin agar gardan bisa bekerja dengan baik. Juga perlu diperhatikan spesifikasi oli gardan yang sesuai untuk Toyota Avanza, terutama bila Anda ingin memakai oli gardan SAE 140. "Lebih baik pemilik kendaraan menggunakan oli gardan standar pabrik, yaitu SAE 90 GL-5," tekan Dhaniar, Technical Leader Auto2000 Permata Hijau, Jakarta Selatan kepada Lanjut Dhaniar, semakin tinggi nilai SAE-nya, maka tingkat kekentalan oli gardan semakin tinggi atau dengan kata lain oli lebih kental. Radityo Herdianto Ilustrasi. Gardan Toyota Avanza Veloz Baca Juga Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Filter Oli Avanza Lawas dengan Baru Memang oli yang lebih kental diyakini bisa meredam gesekan yang tinggi sehingga memperkecil risiko keausan komponen. "Tapi di sisi lain sifatnya yang terlalu kental akan berpengaruh pada kemampuan oli gardan untuk melumasi bagian part tertentu, terutama di celah yang rapat," terang Dhaniar. Kondisi ini disebabkan karena adanya ketidaksesuaian antara tingkat kekentalan oli gardan dengan besarnya celah antar komponen sehingga oli tidak bisa masuk. Saat mobil melaju dan gardan bekerja, ada kemungkinan bagian part tertentu malah jadi tidak mendapatkan pelumasan dan mengalami gesekan berlebih. "Niatnya ingin meredam gesekan berlebih malah jadi nambah gesekan, gir di dalam gardan bisa cepat rontok," tutur Dhaniar. FilterOtomotifOli & Penghemat BBMPerawatan KendaraanMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata produk untuk "oli sae 140" 1 - 60 dari RORED EP-A SAE 140 Roda Gigi Berkemampuan Tinggi & Bermutu JAYA PELUMASAdKyoso Gear Oil SAE 140 GL-4 GL4 Oli Gigi Transmisi Gardan Drum 200 3%SurabayaMurni Mitra SejatiAdoli OIL oli Oli RORED HD-A 140 SAE DRUM 209 Lt Baratgejayan internusa 10AdOLI RORED EP-A SAE 140 Roda Gigi Berkemampuan Tinggi & Bermutu BaratPelumas AbadiAdEvalube GL-4 SAE 140 Oli Transmisi 4Oli Gear/Oli Transmisi/Gardan Ichiban SAE 90 / SAE 140 API GL-5 250+OLI GARDAN / OLI GEAR / OLI TRANSMISI KYOSO GEAR OIL SAE 140 1 2%SurabayaSARANA MULIA 100+OLI GARDAN RORED HDA PERTAMINA SAE 140, GL-5 , 5 Ltr ASLI BaratAB JAYA 40+Oli Gardan Transmisi Persneling SAE 140 HDA GL 5 Jumbo Gyro 1L 1 100+Gear Oil Oli Gardan Mobil GGI SAE 90 140 API GL-4 1 Liter 1%Kab. 250+ Perbedaan Oli Sae 90 Dan Sae 140. Perlindungan Terbaik untuk Rutinitas Anda. DELTALUBE Gear oil 790 SAE 90 dan SAE 140 memakai bahan dasar istimewa yang memiliki indek kekentalan alami yang tinggi, daya tahan terhadap temperatur tinggi, daya tahan istimewa terhadap beban berat, daya lumas yang sempurna dan kadar asam rendah. Gear oil haruslah tahan terhadap air dan DELTALUBE Gear oil 790 SAE 90 tidak mudah bercampur dengan air seperti minyak gear biasa, sehingga tetap dapat melumasi sekalipun terendam air. Tidak hanya itu, keunggulan ANTI KOROSI dengan daya lekat yang dimiliki DELTALUBE 790 dan SAE 140 sangat istimewa karena mampu membentuk selaput perlindungan sehingga tidak terjadi kontak langsung antara logam dengan logam yang lainnya. Selaput ini langsung melumasi sejak putaran pertama dan ini dapat memperpanjang umur roda gigi. Keunggulan. Toyota Avanza Boleh Pakai Oli Gardan SAE 140? Ini Kata Bengkel Resmi "Lebih baik pemilik kendaraan menggunakan oli gardan standar pabrik, yaitu SAE 90 GL-5," tekan Dhaniar, Technical Leader Auto2000 Permata Hijau, Jakarta Selatan kepada Lanjut Dhaniar, semakin tinggi nilai SAE-nya, maka tingkat kekentalan oli gardan semakin tinggi atau dengan kata lain oli lebih kental. Baca Juga Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Filter Oli Avanza Lawas dengan Baru. "Tapi di sisi lain sifatnya yang terlalu kental akan berpengaruh pada kemampuan oli gardan untuk melumasi bagian part tertentu, terutama di celah yang rapat," terang Dhaniar. Kondisi ini disebabkan karena adanya ketidaksesuaian antara tingkat kekentalan oli gardan dengan besarnya celah antar komponen sehingga oli tidak bisa masuk. Mengenal Perbedaan Oli Transmisi dan Oli Gardan Agar Tidak Keliru Sebab, pada sistem tersebut terdapat banyak komponen bergesekan yang tentunya membutuhkan pelumas agar fungsi kendaraan berjalan lancar. Sedangkan, oli gardan bekerja untuk menyalurkan putaran roda dari poros axle dan mengatur kecepatannya ketika berbelok maupun menjaga stabilitas kendaraan. Oleh sebab itu, jika anda ingin menggunakannya maka lebih baik disesuaikan terlebih dahulu dengan buku panduan yang ada atau serahkan pada ahlinya. Ini berbeda lagi jika anda menggunakan kendaraan penggerak depan atau FF. Sedangkan, kapasitas oli gardan biasanya jauh lebih banyak, yaitu sekitar 2 liter. Namun untuk mobil matik biasanya penggantian oli transmisi baru dilakukan setiap interval km. Di samping itu, beberapa juga ada yang melakukan penggantian oli transmisi dengan interval hingga km. Tentunya interval ini akan sangat dipengaruhi oleh jenis oli yang Anda gunakan. Perbedaan Oli Transmisi Dan Oli Gardan 4 Perbedaan Dan Ulasannya Oleh karena itu mereka menggunakan satu jenis oli untuk dua komponen sekaligus yaitu transmisi dan gardan. Oleh karena itu jangan sembarangan mengisi transmisi dengan oli gardan begitu juga sebaliknya. Sementara itu gardan berfungsi untuk menyalurkan putaran ke masing-masing roda melalui poros axel. Hal ini dikarenakan perbedaan volume komponen yang dilumasi sehingga jumlah pelumasan juga berbeda-beda tergantung kebutuhan. Selain itu untuk menjaga perfoma transmisi dan gardan, interval penggantian oli disesuaikan dengan buku panduan kendaraan. Pada dasarnya, pelumas dibagi menjadi 2, yaitu lubricating oil dan grease minyak gemuk. Namun pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai lubricating oil. Dan pembahasan mengenai grease akan kita terangkan pada postingan umum, lubricating oil terbagi menjadi 2 jenis utama, yaitu pelumas industri dan pelumas automotif. Pelumas industri digunakan untuk peralatan-peralatan industri, seperti pembangkit listrik, general manufacturing, pabrik kertas dan peralatan industri lainnya. Sedangkan pelumas automotif digunakan pada unit-unit automotif, seperti sepeda motor, mobil, truk dan alat utama yang membedakan antara pelumas industri dan automotif adalah jenis kekentalan yang digunakan. Pelumas industri biasanya menggunakan kekentalan dengan istilah “ISO-VG” International Standard Organization Viscosity Grade. Sedangkan pelumas automotif menggunakan kekentalan dengan istilah “SAE” Society of Automotive Engineers.Perbedaan antara ISO-VG dan membedakan antara kekentalan ISO-VG dan SAE adalah temperatur pengujian viskositas yang digunakan. ISO-VG mengukur viskositas pada temperatur 40oC, sedangkan SAE mengukur viskositas pada temperatur 100oC. Pelumas automotif itu sendiri terbagi atas 2 jenis, pelumas engine SAE engine dan pelumas gear SAE gear. Sama – sama mengukur viskositas pada temperatur 100oC, namun hanya berbeda pada pengkodean tingkat kekentalana. SAE engine terdiri dari SAE 0W, 10W, 15W, 20W, 30, 40 dan SAE gear terdiri dari SAE 70W, 75W, 80W, 85W, 90 dan kekentalan ISO-VG dan kekentalan ISO-VG dan SAE ditunjukkan oleh Gambar antara pelumas automotif dan Pelumas automotif Umumnya unit automotif melakukan perjalanan jauh, berpindah tempat dan operasi stop-start. Dalam situasi perpindahan tempat, dapat terjadi perbedaan temperatur lingkungan yang signifikan. Misalnya satu daerah temperatur lingkungannya panas sementara daerah berikutnya dingin, atau perubahan musim. Menyebabkan kebutuhan produk pelumas yang digunakan harus bisa beroperasi pada range temperatur lingkungan yang luas lebih dari satu temperatur lingkungan. Operasi stop-start juga memiliki tantangan tersendiri pada pelumas. Saat mesin beroperasi pada kondisi operasi normal, pelumas mampu menjalankan tugasnya dengan baik karena daerah pelumasan yang terbentuk adalah mix/hidrodinamik sedikit/tidak ada kontak metal to metal. Pada saat stop, daerah pelumasan yang terbentuk menjadi boundary terjadi metal to metal kontak, sehingga membutuhkan anti wear yang bagus. Pada saat stop, pelumas juga menjadi lebih kental daripada kondisi operasi normal, menyebabkan kerja pompa yang lebih berat untuk memompa pelumas. Hal inilah yang membuat pelumas multi grade lebih disukai dibandingkan pelumas mono grade. Pelumas ini bisa digunakan pada range temperatur lingkungan yang lebih jauh bisa untuk musim dingin dan musim panas.- Pelumas industriPada aplikasi industri, unit diam ditempat, operasi terus menerus, dan jarang terjadi perubahan suhu lingkungan yang signifikan. Menyebabkan viskositas mono grade lebih disukai pada sektor Aditif- Pelumas automotifPelumas automotif menggunakan paket aditif yang lebih banyak. Banyaknya kontaminasi yang terjadi selama mesin beroperasi, terutama pada engine oil. Sisa pembakaran yang mengkontaminasi pelumas, menyebabkan pelumas harus mempunyai aditif ekstra untuk mengontrol kontaminasi untuk mencegah terjadinya penumpukan deposit, asam, yang kalau tidak, akan menimbulkan masalah pada Pelumas industri Pelumas industri menggunakan paket aditif yang lebih sedikit dibandingkan dengan pelumas automotif. Ini disebabkan oleh kontaminasi yang terjadi selama unit beroperasi lebih sedikit dibandingkan dengan unit automotif. Kontaminasi yang lebih sedikit salah satunya disebabkan oleh tidak terjadinya pembakaran internal cumbustion. Umunnya, unit yang beroperasi pada sektor industri seperti turbine, gear dan hydraulic tidak ada Base oil- Pelumas AutomotifLimit emisi yang semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir, membuat sektor automotif mengembangkan spesifikasi baru, terutama untuk mencapai limit emisi gas buang yang telah ditetapkan. Sangat sulit memenuhi spesifikasi baru ini dengan menggunakan base oil grup I, karena masih banyak mengandung sulfur dan fosfor. Kedua unsur tersebut dapat mengurangi efisiensi kinerja sistem kontrol emisi. Oli engine baru sekarang banyak diformulasikan menggunakan base oil grup II dan grup sintetik juga lebih banyak digunakan pada sektor automotif dibandingkan dengan sektor industri. Rata – rata pelumas sintetik diformulasikan menggunakan base oil grup III US, grup IV, atau dengan campuran dari base oil grup IV dan Pelumas IndustriSektor automotif mendikte tren pasar base oil, sehingga pelumas industri juga menggunakan base oil yang sama dengan yang digunakan pada sektor automotif. Namun demikian, berikut beberapa perbedaan oil grup III dan grup IV sangat jarang digunakan pada pelumas industri. Tambahan benefit performa yang diberikan tidak sebanding dengan biaya tambahan yang dikeluarkan. Beberapa pelumas sintetik yang digunakan pada aplikasi temperatur ekstrim, biasanya diformulasikan dengan base oil grup V ester base oil, bukan grup IV.

perbedaan oli sae 90 dan sae 140